selamat datang di blog "rian aditya putra".. blog ini saya buat untuk berbagi informasi dan sekumpulan tugas softskill, jika ada kesalahan kata atau ada kata-kata yang menyinggung para pembaca, saya selaku admin meminta maaf.. terima kasih..
Minggu, 10 Februari 2013

peletakan mesin berdasarkan urutan proses produksi

1 komentar

Product Lay-out
Peletakan Mesin Berdasarkan Atas Urutan Proses Produksi
Berguna untuk sistem produksi massal, untuk memproduksi produk dalam jumlah besar & terstandarisasi atau proses produksi kontinu.


         Proses pembuatan produk mengikuti aliran yang berbentuk garis di mana bahan baku diproses secara berurutan dari susunan mesin yang telah dipasang.
         Biaya produksi per unit lebih rendah serta lebih mudah melakukan pengendalian & pengawasan.
         Untuk menjaga unsur fleksibilitas tata letak didalamnya, maka pengaturan kecepatan aliran proses permesinan akan diatur pada kecepatan yang terendah sehingga apabila dibutuhkan adanya perubahan (desain, jumlah dsb) maka lebih mudah diantisipasi.
         Semua fasilitas produksi diatur/ditempatkan dalam satu departemen khusus.
         Diaplikasikan untuk industri skala besar dan proses produksinya berlangsung secara kontinyu.
         Industri Gula, semen, kertas, perakitan (mobil, elektronik).

Pertimbangan atas dasar Tata Letak Produk :
1.      Produk yang dibuat hanya satu atau beberapa produk  standar.
2.      Produk dibuat dalam jumlah/volume besar untuk jangka waktu relatif lama.
3.      Keseimbangan lintasan produksi lebih baik.
4.      Satu mesin hanya digunakan unt satu macam proses kerja.
5.      Aktivitas inspeksi selama proses produksi relatif sedikit.
6.      Aktivitas MH dari satu SK ke SK yang lain dapat dilaksanakan secara mekanis.

Keuntungan :
1.      MHC rendah sebagai akibat Lay Out disusun berdasarkan urutan operasi, sehingga jarak perpindahan bahan minimum.
2.      Total waktu yang dipergunakan untuk produksi relatif singkat.
3.      Work In Procces jarang terjadi karena lintasan produksi sudah seimbang. Output satu proses langsung dipergunakan sebagai input proses berikutnya.
4.      Tiap unit produksi atau SK memerlukan luas area yang minimal karena tidak diperlukan WIP Storage.
5.      Dalam lini produksi hanya dibutuhkan operator dengan ketrampilan rendah, karena itu, pelatihannya sederhana, singkat & mudah.

Kerugian :
1.      Breakdown dari satu mesin menyebabkan terhentinya seluruh aliran produksi.
2.      Jika terjadi perubahan terhadap desain produk, maka akan merubah aliran produk dan lay out.
3.      Kelancaran proses produksi (kecepatan produksi) akan ditentukan oleh proses mesin yang paling lambat.
4.      Memerlukan investasi mesin tinggi (Special Purpose Machine).
5.      Pengawasan dilakukan secara umum/tidak terspesialisasi.
6.      Diperlukan biaya investasi yang sangat besar, karena mesin yang identik (dengan tingkat utilitas rendah) dibutuhkan sepanjang lini produksi.
7.      Pola kerja monoton sehingga mengakibatkan kebosanan bagi para karyawan.

dikutip dari materi "manufacturing system handout"

One Response so far.

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai utilitas, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/5722/1/PRESENTASI%20SIDANG%20TGL%208.pdf
    semoga bermanfaat yaa :)

    Balas

Leave a Reply

 
rian aditya putra © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here