selamat datang di blog "rian aditya putra".. blog ini saya buat untuk berbagi informasi dan sekumpulan tugas softskill, jika ada kesalahan kata atau ada kata-kata yang menyinggung para pembaca, saya selaku admin meminta maaf.. terima kasih..
Tampilkan postingan dengan label my teks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my teks. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 April 2016

PROPOSAL USAHA

1 komentar
BAB I PENDAHULUAN


1.1       Nama dan Alamat Perusahaan
            Adapun nama dan alamat perusahaan adalah sebagai berikut :
Nama                           : RAP OIL
Alamat Perusahaan     : Jl. Kayu Tinggi No.4 Rt.2/3 Cakung, Jakarta Timur.          

1.2       Nama dan Alamat Pemilik
            Adapun nama dan alamat pemilik adalah sebagai berikut :
Nama                           : Rian Aditya Putra
Alamat Pemilik           : Jl. Kayu Tinggi No. 4 Rt.2/3 Cakung, Jakarta Timur.

1.3       Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan
            Bisnis yang akan dijalankan yaitu bergerak dalam bidang otomotif, lebih tepatnya adalah penyedia oli mesin untuk kendaraan roda dua dan empat. Counter dan pelayanan dibuat senyaman mungkin demi kenyamanan konsumen. Produk yang dijual dijamin keasliannya demi kepercayaan konsumen tehadap usaha ini.


BAB II RANGKUMAN EKSEKUTIF


2.1       Latar Belakang
            Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia membuka banyak peluang bisnis didalamnya. Setiap kendaraan bermotor tidak luput dengan perawatan yang membuat umur kendaraan menjadi lebih lama. Kendaraan bermotor diharuskan mengganti olinya dengan jarak tempuh yang bermacam-macam. Salah satu bisnis yang dapat berkembang mengikuti trend pertumbuhan kendaraan bermotor yaitu penyediaan oli mesin kendaraan.
            Pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis. Sedikitnya usaha yang menjual oli mesin adalah salah satu peluang bisnis yang patut diperhitungkan. Setiap bulannya ratusan ribu kendaraan bermotor lahir dari pabrik dan setiap jarak tempuh kendaraan diwajibkan untuk mengganti oli mesinnya. Perlu diketahui bahwa kendaraan bermotor roda dua rata-rata terjual 300.000 sampai 500.000 unit per bulan dan kendaraan bermotor roda empat atau lebih rata-rata terjual sebanyak 80.000 sampai 150.000 unit per bulan.
            Berdasarkan hal tersebut maka peluang bisnis penyediaan oli mesin sangat menguntungkan dengan ditambah cara pelayanan yang baik maka usaha ini diyakini dapat berkembang dengan pesat.

2.2       Visi dan Misi
            Setiap usaha baik itu besar, menengah, maupun kecil pasti memiliki visi dan misi yang dijadikan sebagai tujuan dalam perkembangan usaha tersebut. Adapun visi dan misi dari usaha ini adalah sebagai berikut :
Visi      : Menjadi usaha yang berkembang dan mengutamakan kenyamanan pelanggan.
Misi     : Menjadi usaha oli yang menjamin keaslian produk yang dijual dan membangun sumber daya manusia yang handal.

2.3       Lokasi
            Lokasi yang dipilih dalam pembukaan usaha ini yaitu berada di Jl. Kayu Tinggi No. 4 Rt.02/03 Cakung, Jakarta Timur. Hal tersebut dilakukan berdasarkan lokasi yang terletak dipinggir jalan dan banyaknya masyarakat yang melintas.

2.4       Waktu Operasional
            Waktu operasional atau jam kerja adalah waktu yang digunakan sebagai acuan produktifitas pelaksanaan usaha. Berikut merupakan waktu operasional dari usaha ini :
Hari     : Sabtu – Kamis
Libur   : Jumat
Jam      : 09.00 Wib – 18.00 Wib

2.5       Kesan / Counter Style
            Adapun kesan yang diadopsi dalam usaha ini yaitu dengan konsep 2S1O. Arti dari 2S1O adalah Senyum, Sapa, dan Original. Penerapan konsep ini dilakukan dengan tujuan kenyamanan pelanggan atas pelayanan yang diberikan dan kepercayaan pelanggan atas produk yang dijual.

2.6       Konsep Promosi
            Promosi adalah salah satu strategi yang dapat menentukan berkembang atau tidaknya sebuah usaha. Promosi yang dilakukan dengan cara salah akan menyebabkan usaha yang dijalankan akan mengalami kerugian dan bangkrut. Tetapi jika cara promosi yang dilakukan dengan baik dan unik dapat menarik pelanggan sehingga usaha yang dijalankan akan berkembang pesat.
            Promosi yang dilakukan usaha ini yaitu dengan cara penyebaran brosur, pembuatan logo usaha, dan pelayanan yang ramah. Promosi dengan cara ini diyakini dapat menarik pelanggan dan membuat pelanggan merasakan kenyamanan, sehingga pelanggan dapat berlangganan secara terus-menerus.

2.7       Target Pelanggan
            Lokasi usaha yang dipinggir jalan, dekat dengan kawasan industri dan dekat dengan perumahaan masyarakat dapat membantu usaha berkembang. Hal itu dikarenakan banyak target pelanggan yang akan dicapai. Berikut merupakan target pelanggan dari usaha ini :
1. Masyarakat yang melintas di Jl. Kayu Tinggi Cakung Jakarta Timur.
2. Masyarakat yang tinggal disekitar lokasi usaha.
3. Masyarakat yang bekerja di kawasan industri sekitar lokasi usaha.


BAB III ANALISIS INDUSTRI


3.1.      Prespektif Masa Depan Usaha
            Usaha ini dibangun dengan tujuan dapat berkembang, oleh karena itu ada beberapa hal yang menjadi target yang harus dicapai setiap tahunnya. Pada tahun pertama, usaha ini ditargetkan dapat menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Pada tahun kedua, usaha ini ditargetkan untuk dapat mengembakan fasilitas kenyamanan pelanggan, sehingga mendapatkan pelanggan yang banyak. Pada tahun ketiga dan seterusnya, usaha ini ditargetkan dapat membuka cabang sebanyak-banyaknya demi menjangkau keberadaan pelanggan.

3.2.      Analisis Persaingan
            Persaingan yang akan dihadapi dalam usaha ini cukup besar, terutama pada usaha yang menjual spare part kendaraan bermotor. Namun usahan penyedia spare part bermotor yang ada tidak dapat meyakini konsumen akan keaslian produk yang dijual. Usaha penyedia oli ini diuntungkan dari segi originalitas produk yang dijualnya. Hal itu dikarenakan usaha ini hanya menjual satu produk yaitu oli. Jadi dengan keuntungan ini diharapkan usaha ini dapat bersaing dengan penyedia spare part kendaraan bermotor.

3.3.      Segmentasi Pasar yang akan dimasuki
            Segementasi pasar adalah kelompok konsumen yang terbagi dari beberapa kelompok yang bergantung dengan status ekonominya. Dalam hal ini berarti usaha ini akan memasuki segmen pasar kelompok menengah keatas. Hal ini dikarenakan produk yang dijual dalam usaha ini adalah oli, jadi hanya kelompok konsumen yang hanya memiliki kendaraan bermotor.


BAB IV RENCANA PRODUKSI DAN RESIKO


4.1       Sumber-sumber Produk / Bahan
            Ketersediaan produk dalam usaha ini adalah hal yang wajib direncanakan dengan baik. Lokasi usaha ini yang berada di ibu kota indoensia dapat memudahkan kelancaraan usaha ini dalam mendapatkan produk yang akan dijual. Produk yang didapat dari usaha ini berasal dari berbagai suplayer resmi merek setiap produk.

4.2       Evaluasi tentang kelemahan Usaha (Analisis SWOT)
            Analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui dimana letak kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari dibukanya usaha ini. Berikut merupakan analisis SWOT yang dilakukan :
1.      Strength (Kekuatan)
Kekuatan dari usaha ini yaitu dari lokasi yang strategis, keaslian produk yang dijual, dan keramahan pelayanan yang diberikan. Berdasarkan itu maka usaha ini diyakini dapat berkembang dengan cepat.
2.      Weaknes (Kelemahan)
Kelemahan dari usaha ini yaitu produk yang asli memiliki harga yang mahal, sedangkan produk yang palsu dijual dengan murah.
3.      Oportunity (Peluang)
Peluang dari usaha ini yaitu tidak ada persaingan yang secara langsung, hanya ada persaingan dengan penyedia spare part. Hal ini menimbulkan rasa optimis dalam mengembangkan usaha ini. Lokasi yang strategis juga dapat membuka peluang usaha ini sangat besar berkembang.
4.      Threaty (Ancaman)  
Ancaman dari usaha ini adalah promosi awal yang dilakukan harus benar-benar tepat sasaran. Jika tidak maka kerugian besar akan mengancam keberlangsungan umur usaha. Produk palsu juga temasuk kedalam sebuah ancaman dalam perkembangan usaha ini.


BAB V PERENCANAAN PERMODALAN


5.1       Sumber-sumber permodalan          
            Sumber permodalan yang didapatkan yaitu dari modal sendiri dan bantuan dari orang tua pemilik usaha. Usaha ini dikembangkan dengan karyawan yang berstatus teman dari pemilik usaha. Jadi ringannya pengeluaran yang dikeluarkan dapat membantu usaha ini berkembang.

5.2       Modal Awal Perusahaan
            Adapun sumber modal awal yang didapatkan dari usaha ini yaitu dengan modal perorangan atau modal sendiri. Adapun alasan dari penggunaan modal sendiri yaitu dikarenakan untuk membudahkan beban usaha sehingga tidak memiliki hutang.

5.3       Proyeksi Aliran Kas
            Proyeksi aliran kas sangat dibutuhkan demi menunjang kelancaran dan keberlangsungan usaha ini. Dengan dibuatnya proyeksi aliran kas, maka diharapkan dapat memudahkan pemilik usaha dalam merencanakan perkembangan usahanya. Kas yang masuk ke usaha ini digunakan untuk modal pengembangan usaha seperti fasilitas kenyamanan pelanggan sampai pembukaan cabang baru.

5.4       Perencanaan Laba Rugi
            Perencanaan laba rugi dibuat untuk mengetahui modal yang dibutuhkan dan segala hal tentang keuangan usaha ini. Berikut merupakan perencanaan laba rugi dari usaha ini :
Tabel 5.2 Perhitungan Total Biaya Manufaktur
Investasi
Biaya Tetap
Gaji Pegawai (Owner)
 Rp           2.000.000
Jumlah
 Rp           2.000.000
Biaya Variabel
Oli roda dua
 Rp           10.000.000
Oli roda empat
 Rp           20.000.000
Jumlah
 Rp           30.000.000
Biaya Lain
Transportasi
 Rp               500.000
Jumlah
 Rp               500.000

            Perhitungan selanjutnya yaitu mengenai modal yang dikeluarkan. Berikut merupakan perhitungannya yang tersaji dalam table 5.3 :          
Tabel 5.3 Perhitungan Total Modal
Investasi
Biaya Tetap
 Rp           2.000.000
Biaya Variabel
 Rp         30.000.000
Biaya Lain
 Rp              500.000
Jumlah Total Modal
 Rp          32.500.000

            Perhitungan selanjutnya yaitu mengenai pendapatan dari penjualan produk oli baik roda dua maupun roda empat. Berikut merupakan perhitungannya yang tersaji dalam table 5.4 :
Tabel 5.4 Perhitungan Pendapatan
Pendapatan
Penjualan jersey dan accesoris
 Rp          50.000.000
Jumlah Total Modal
 Rp          50.000.000

            Perhitungan selanjutnya yaitu mengenai proyeksi laba rugi. Berikut merupakan perhitungannya yang tersaji dalam table 5.5 :
Tabel 5.5 Proyeksi Laba/Rugi
Proyeksi Laba/Rugi Per Bulan
Total Pendapatan
 Rp          50.000.000
Total Modal/Pengeluaran
 Rp          32.500.000
Total Keuntungan Bersih
 Rp          17.500.000

            Berdasarkan hasil dari perencanaan laba rugi, maka usaha ini layak untuk dijalankan. Usaha ini diyakini mendapatkan omset sebesar Rp 17.500.000.


BAB VII PENUTUP


7.1       Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa peluang bisnis dibidang otomotif sangat menjanjikan keuntungan yang besar. Salah satunya adalah usaha penyedia oli mesin untuk kendaraan roda dua dan empat. Berdasarkan hasil perencanaan rugi laba maka dapat dipastikan dengan membuka usaha ini sangat menguntungkan dengan pendapatan bersih sebesar Rp 17.500.000.

7.2       Saran

            Adapun saran yang diberikan adalah cara promosi yang dilakukan tidak dapat meyakinkan konsumen. Hal ini dikarenakan usaha ini belum meiliki pelanggan dan baru saja dibuka. Promosi lebih besar seperti di social media, radio, dan Koran dapat dijadikan prioritas demi mendapatkan pelanggan yang banyak.
Read more...
Rabu, 08 Januari 2014

PETA-PETA KERJA

0 komentar
PETA-PETA KERJA


PETA KERJA:
Alat yang secara sistematis mengumpulkan informasi dari sistem kerja serta
mengkomunikasikan fakta-fakta pada pengguna peta kerja

JENIS-JENIS PETA KERJA:
1.      PETA KERJA KESELURUHAN:
a.       PETA PROSES OPERASI (OPERATION PROCESS CHART)
b.      PETA ALIRAN PROSES (FLOW PR0CESS CHART)
-          PETA ALIRAN PROSES TIPE BAHAN
-          PETA ALIRAN PROSES TIPE ORANG
c.       PETA PROSES KELOMPOK KERJA (GANG CHART)
d.      DIAGRAM ALIR (FLOW DIAGRAM)
2.      PETA KERJA SETEMPAT:
a.       PETA PEKERJA DAN MESIN (MAN-MACHINE CHART)
b.      PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN (LEFT HAND-RIGHT HAND CHART)

A.    PETA PROSES OPERASI (OPC )
Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan sesuai dengan urutan-urutan operasi dan pemeriksaan.

INFORMASI YANG DIBERIKAN:
            1.      Waktu
            2.      Material
            3.      Mesin
            4.      Tempat
  
KEGUNAAN OPC:
            1.      Mengetahui kebutuhan mesin
            2.      Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku
            3.      Alat untuk menentukan tata letak pabrik
            4.      Alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai
            5.      Alat untuk latihan kerja

B.     PETA ALIRAN PROSES (FPC ):
Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses secara lebih rinci dan lengkap dari setiap komponen pembentuk suatu produk

INFORMASI YANG DIBERIKAN:
            1.      Urut-urutan operasi
            2.      Pemeriksaan
            3.      Transportasi
            4.      Menunggu
            5.      Penyimpanan

KEGUNAAN PETA ALIRAN PROSES
           1.      Memberi informasi aliran bahan atau aktivitas orang mulai awal masuk proses sampai aktivitas                      terakhir
           2.      Memberi informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses
           3.      Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan atau orang selama proses berlangsung
           4.      Alat untuk perbaikan proses atau metoda kerja

C.    DIAGRAM ALIRAN (FD)
Gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Aliran Proses
  
KEGUNAAN DIAGRAM ALIRAN
            1.      Memperjelas suatu Peta Aliran Proses
            2.      Membantu dalam memperbaiki tata letak tempat kerja

PRINSIP PEMBUATAN DIAGRAM ALIRAN:
            1.      Identifikasi setiap aktivitas dengan lambang dan nomor sesuai dengan yang digunakan dalam Peta                 Aliran Proses
            2.      Arah gerakan dinyatakan oleh anak panah kecil yang dibuat secara periodik sepanjang garis aliran
            3.      Jika dalam ruangan terjadi lintasan lebih dari satu orang atau barang, maka dibedakan dengan warna             bermacam-macam.

D.    PETA PROSES KELOMPOK KERJA (GC )
           1.      Merupakan kumpulan dari beberapa peta aliran proses, dimana setiap peta aliran proses akan                      menunjukkan satu seri kerja dari seorang operator
           2.      Menunjukkan beberapa aktivitas dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama dalam suatu                proses, dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya saling bergantungan

KEGUNAAN PETA PROSES KELOMPOK KERJA:
           1.      Alat untuk menganalisa aktivitas suatu kelompok kerja
           2.      Mengurangi waktu/aktivitas menunggu, sehingga:
-          Bisa mengurangi ongkos produksi atau proses
-          Bisa mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses

E.     PETA PEKERJA DAN MESIN (MAN-MACHINE CHART)
Diagram yang menggambarkan koordinasi antara waktu bekerja dan waktu menganggur dari interaksi antara pekerja dan mesin.

INFORMASI YANG DIBERIKAN:
Hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu kerja mesin yang ditanganinya.

KEGUNAAN PETA PEKERJA DAN MESIN:
Peningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan kerja dilakukan dengan cara:
            1.      Merubah tata letak tempat kerja           
            2.      Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja  
            3.      Merancang kembali mesin dan peralatan
            4.      Menambah pekerja bagi sebuah mesin ataupun sebaliknya

F.     PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN (LH-RHC )
Diagram yang menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan waktu mengannggur yang dilakukan tangan kiri dan tangan kanan dalam suatu kerja setempat.

INFORMASI YANG DIBERIKAN:
            1.      Hubungan yang jelas antara waktu kerja dan waktu menganggur dari tangan kiri dan tangan kanan
            2.      Menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan

KEGUNAAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN:
           1.      Alat untuk menganalisa dan memperbaiki tata letak suatu stasiun kerja
           2.      Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan
           3.      Menghilangkan atau mengurangi gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif sehingga akan                        mempersingkat waktu kerja

          4.      Alat untuk melatih pekerjaan baru, dengan cara kerja yang ideal (penuntun bagi pekerja baru
Read more...
Minggu, 08 September 2013

arti sebuah waktu

0 komentar
Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu 
terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. 
Namun Waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu bersyukur.
Read more...

puisi galau :D

0 komentar
kau mengajariku cara mencintai.. 
kau yg mengajariku cara menyayangi.. 
kau buat ku bersikap dewasa.. 
kau pun mengajariku menghargai perasaan se2org yg mencintaiku.. 

kau pergi meningalkan luka d dlm hati dan menanamkan rasa pahit yg tak mau ku ulangi.. 
kini ku takut mencari s0sok pengantimu.. 
aku tkut merasakan rasa pahit itu kembali.. 

tapi aku sangat brtrima kasi karna kau telah membuatku lebih mengerti tentang cinta.. 

kau takan pernah kulupakan..
Read more...

c.i.n.t.a (galau dikit ajah)

0 komentar
c.i.n.t.a.. gue yakin lo semua udah tau dari arti kata itu.. 
dia bagaikan rembulan di malam hari yang menerangi gelap malam.. 
dia bagaikan sang pajar di pagi hari yang membuat semangat mengawali hari.. 
dia bagaikan AC yang menyejukan hati mu di saat panas.. 


tau kah anda.?? 
c.i.n.t.a juga bisa menjadi petaka.. 
dia bisa menjadi racun yang takan terobati.. 
dia juga bisa melukai sampai ke lubuk hati.. 

tapi jangan pernah benci terhapap perasaan c.i.n.t.a karna dia hidup lo menjadi indah dan lebih berwarna..
Read more...
Minggu, 14 Juli 2013

cerita inspiratif tentang kebersamaan

0 komentar
Pada suatu hari..
Seorang mahasiswa sedang mengerjakan tugas kelompok. Didalam kelompok terdapat perbedaan yg mengakibatkan perpecahan. Dan ternyata, tidak hanya dalam kelompok itu saja yg mengalami perbedaan pendapat.

Beberapa hari kemudian, dari segelintir mahasiswa didalam satu kelas mengadakan acara yg bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa.
Proses pengumpulan data pun dimulai, tapi ternyata hanya sebagian mahasiswa yg ikut berpartisipasi.

Seseorang dr mahasiswa itu pun berpikir dalam benak hati yg sedih.
Oh tuhan, sesunguhnya aku ingin teman2 kuliahku bersatu.
Tidak ada salahnya kalo kita meluangkan waktu untuk kebersamaan ini.
Kenapa hanya sebagian org yg ikut dalam acara ini.

Keesokan harinya.
Suara dari hati yg sedih itu terdengar oleh tuhan. Dan menyadarkan teman2 dia.
Akhirnya mereka satu kelas ikut dalam acara itu. Bahagia bersama. Bernyanyi bersama. Hingga kelak dihari kelulusan.
Read more...
Jumat, 14 Juni 2013

wawasan nusantara, otonomi daerah

2 komentar
Wawasan Nusantara Otonomi Daerah


Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
Wawasan Nusantara menurut Prof. Wan Usman “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.” Dengan kata lain hakikat wawasan nusantara adalah “persatuan bangsa dan kesatuan wilayah”. Bangsa Indonesia yang dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara yang merupakan satu kesatuan yang utuh.Wawasan nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Visi bangsa Indonesia sesuai dehgan konsep wawasan nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula.
Otonomi daerah dapat diartikan sebagai kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan yang dimaksud dengan kewajiban adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertanggung jawab, terutama dalam mengatur, memanfaatkan dan menggali sumber-sumber potensi yang ada di daerahnya masing-masing
Adapun keterkaitan Wawasan Nusantara dengan Otonomi Daerah. Wawasan nusantara menghendaki adanya persatuan bangsa dan keutuhan wilayah nasional. Pandangan untuk tetap perlunya persatuan bangsa dan keutuhan wilayah ini merupakan modal berharga dalam melaksanakan pembangunan. Wawasan nusantara juga mengajarkan perlunya kesatuan sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem budaya dan sistem pertahanan keamanan dalam lingkup negara nasional Indonesia. Cerminan dari semangat persatuan itu diwujudkan dalam bentuk negara kesatuan.
Namun demikian semangat perlunya kesatuan dalam berbagai aspek kehidupan itu jangan sampai menimbulkan negara kekuasaan. Negara menguasai segala aspek kehidupan bermasyarakat termasuk menguasai hak dan kewenangan yang ada di daerah – daerah di Indonesia. Tiap – tiap daerah sebagai wilayah (ruang hidup) hendaknya diberi kewenangan mengatur dan mengelola sendiri urusannya dalam rangka mendapatkan keadilan dan kemakmuran.
Oleh karena itu, dalam menyelenggarakan pemerintahannya Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut asas desentralisasi, bukan sentralisasi. Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan kekuasaan.Daerah memiliki hak otonomi untuk menyelenggarakan kekuasaan. Desentralisasi inilah yang menghasilkan otonomi daerah di Indonesia.


REFERENSI

Read more...
Sabtu, 25 Mei 2013

Demokrasi

1 komentar

PENDAHULUAN

Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat", yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan", merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.
Demokrasi terbentuk menjadi suatu sistem pemerintahan sebagai respon kepada masyarakat umum di Athena yang ingin menyuarakan pendapat mereka. Dengan adanya sistem demokrasi, kekuasaan absolut satu pihak melalui tirani, kediktatoran dan pemerintahan otoriter lainnya dapat dihindari. Demokrasi memberikan kebebasan berpendapat bagi rakyat, namun pada masa awal terbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat mereka melainkan hanya laki-laki saja. Sementara itu, wanita, budak, orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukan orang Athena tidak memiliki hak untuk itu.






TEORI

a.Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli
Seiring dengan perkembangan zaman, sehingga perkembangan sistem demokrasi juga banyak diterapkan diberbagai negara-negara di dunia. Perkembangan demokrasi yang semakin pesat juga telah memunculkan perkembangan pengertian dari pada demokrasi itu sendiri. Pada bagian ini akan dijelaskan kepada Anda, yaitu tentang pengertian demokrasi menurut para ahli yang secara lengkapnya bisa dilihat dibawah ini:

Menurut H. Harris Soche (Yogyakarta : Hanindita, 1985)
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekusaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat atau diri orang banyak dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

Menurut Hannry B. Mayo
Kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana di mana terjadi kebebasan politik.

Menurut International Commission of Jurist
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggarakan oleh warga Negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan yang bertanggungjawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas.

Menurut C.F. Strong
Demokrasi adalah Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewan dari masyarakat ikut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan yang menjamin pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya pada mayoritas tersebut.

Menurut Samuel Huntington
Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara.

Menurut Merriam, Webster Dictionary
Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan.

Menurut Yusuf Al-Qordhawi
Demokrasi adalah Wadah Masyarakat untuk memilih sesorang untuk mengurus dan mengatur urusan mereka. Pimpinanya bukan orang yang mereka benci, peraturannya bukan yang mereka tidak kehendaki, dan mereka berhak meminta pertanggungjawaban penguasa jika pemimpin tersebut salah. Merekapun berhak memecatnya jika menyeleweng, mereka juga tidak boleh dibawa ke sistem ekonomi, sosial, budaya, atau sistem politik yang tidak mereka kenal dan tidak mereka sukai

Menurut Abdul Ghani Ar Rahhal
Di dalam bukunya, Al Islamiyyin wa Sarah Ad Dimuqrathiyyah mendefinisikan demokrasi sebagai “kekuasaan rakyat oleh rakyat”. Rakyat adalah sumber kekuasaan. Ia juga menyebutkan bahwa orang yang pertama kali mengungkap teori demokrasi adalah Plato. Menurut Plato, sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu bukan majemuk. Definisi ini juga yang dikatakan oleh Muhammad Quthb dalam bukunya Madzahib Fikriyyah Mu’ashirah


Menurut Hans Kelsen
Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang melaksanakan kekuasaan Negara ialah wakil-wakil rakyat yang terpilih. Dimana rakyat telah yakin, bahwa segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatikan di dalam melaksanakan kekuasaan Negara.

Menurut John L Esposito

Pada dasarnya kekuasaan adalah dari dan untuk rakyat. Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

Menurut Sidney Hook
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

Menurut Affan Gaffar
Demokrasi dimaknai dalam dua bentuk, yaitu :
Makna normatif (demokrasi normatif) adalah demokrasi yang secara ideal ingin diwujudkan oleh negara
Makna empirik (demokrasi empirik) adalah demokrasi dalam perwujudannya pada dunia politik.

Menurut Amien Rais
Suatu Negara disebut sebagai negara demokrasi jika memenuhi beberapa kriteria, yaitu; (1) partisipasi dalam pembuatan keputusan, (2) persamaan di depan hukum, (3) distribusi pendapat secara adil, (4) kesempatan pendidikan yang sama, (5) empat macam kebebasan, yaitu kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan persuratkabaran, kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama, (6) ketersediaan dan keterbukaan informasi, (7) mengindahkan fatsoen atau tata krama politik, (8) kebebasan individu, (9) semangat kerja sama dan (10) hak untuk protes.

Menurut Robert A. Dahl
Sebuah demokrasi idealnya memiliki : (1) persamaan hak pilih dalam menentukan keputusan kolektif yang mengikat, (2) partisipasi efektif, yaitu kesempatan yang sama bagi semua warga negara dalam proses pembuatan keputusan secara kolektif, (3) pembeberan kebenaran, yaitu adanya peluang yang sama bagi setiap orang untuk memberikan penilaian terhadap jalannya proses politik dan pemerintahan secara logis, (4) kontrol terakhir terhadap agenda, yaitu adanya kekuasaan eksklusif bagi masyarakat untuk menentukan agenda mana yang harus dan tidak harus diputuskan melalui proses pemerintahan, termasuk mendelegasikan kekuasaan itu pada orang lain atau lembaga yang mewakili masyakat, dan (5) pencakupan, yaitu terliputnya masyarakat yang tercakup semua orang dewasa dalam kaitannya dengan hukum.
 
Menurut Abdul Wadud Nashruddin
Demokrasi adalah sebuah sistem kehidupan yang menempatkan pendapat rakyat sebagai prioritas utama pengambilan kebijakan, di mana pendapat tersebut harus memenuhi kriteria agama, susila, hukum dan didasari semangat untuk menjunjung kemaslahatan bersama. Suara atau pendapat rakyat harus diiringi rasa tanggungjawab dan komitmen positif atas pelaksanaanya juga harus melalui evaluasi secara terus-menerus agar selalu sesuai dengan kebutuhan bersama. Demokrasi bukan hanya sebagai alat politik semata tetapi juga membentuk berbagai aspek tata masyarakat lainnya, seperti ekonomi, sosial maupun budaya. Masyarakat yang berhak menyalurkan suara dan pendapatnya boleh didengar hanya bagian masyarakat yang faham dan mampu mempertanggungjawabkan pendapatnya baik secara keilmuan, sosial maupun syar'i.

Menurut Sumarno AP dan Yeni R. Lukiswara
secara etimologis demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan cratein atau cratos yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi artinya pemerintahan oleh rakyat yang dalam declaration of independence adalah of the people, for the people and by the people.

Menurut Charles Costello
demokrasi dalam konteks kontemporer adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara. Demokrasi mengakui kehendak rakyat sebagai landasan bagi legitimasi dan kewenangan pemerintahan (kedaulatan rakyat) bahwa kehendak itu akan dinyatakan dalam sebuah iklim politik yang terbuka melalui pemilihan umum yang bebas dan berkala. Setiap warga negara memilih pihak yang akan memerintah serta menurunkan pemerintah yang ada kapan saja mereka mau.

Menurut Joseph A. Schumpeter
sebuah sistem politik disebut demokratis sejauh para pengabil keputusan kolektifnya yang paling kuat dipilih melalui pemilu periodik, dimana hampir semua orang dewasa berhak memilih. Dalam hal ini demokrasi mencakup dua dimensi, yaitu: (1) Persaingan; dan (2) Partisipasi.

Menurut Ranny
demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan yang ditata dan diorganisasikan berdasarkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat (popular soveregnity), kesamaan politik (political equality), konsultasi atau dialog dengan rakyat (political consultation), dan berdasarkan pada aturan mayoritas.

Menurut Philippe C. Schmitter
teori demokrasi yaitu bahwa agar suatu negara tanggap terhadap kebutuhan dan kepentingan warga negaranya, warga negara tersebut harus berpartisipasi secara aktif dan bebas dalam merumuskan kebutuhan dan mengungkapkan kepentingan. Mereka tak hanya harus memiliki “pengertian jelas” mengenai kepentingan-kepentingan...tetapi juga harus mempunyai sumber-sumber dan keinginan untuk melibatkan diri dalam perjuangan politik yang diperlukan agar preferensi mereka itu dipertimbangkan oleh yang berkuasa atau dengan berusaha menduduki jabatan pemerintahan.

Menurut Sarjen
setiap sistem demokrasi selalu didasrkan pad aide bahwa warga negara seharusnya terlibat dalam hal tertentu di bidang pembuatan keputusan politik, baik secara langsung maupun melalui wakil pilihan mereka di lembaga perwakilan.

b.PENGERTIAN DEMOKRASI DALAM PENDIDIKAN
Pendidikan yang demokratik adalah pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah sesuai dengan kemampuannya. Pengertian demokratik di sini mencakup arti baik secara horizontal maupun vertikal.
Maksud demokrasi secara horizontal adalah bahwa setiap anak, tidak ada kecualinya, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan sekolah. Hal ini tercermin pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yaitu : “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”. Sementara itu, demokrasi secara vertikal ialah bahwa setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat pendidikan sekolah yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Dalam pendidikan, demokrasi ditunjukkan dengan pemusatan perhatian serta usaha pada si anak didik dalam keadaan sewajarnya (intelegensi, kesehatan, keadaan sosial, dan sebagainya). Di kalangan Taman Siswa dianut sikap tutwuri handayani, suatu sikap demokratis yang mengakui hak si anak untuk tumbuh dan berkembang menurut kodratnya.
Dengan demikian, tampaknya demokrasi pendidikan merupakan pandangan hidup yang mengutarakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara pendidik dan anak didik, serta juga dengan pengelola pendidikan.
Sedangkan demokrasi pendidikan dalam pengertian yang luas mengandung tiga hal yaitu :

1. Rasa hormat terhadap harkat sesama manusia
Demokrasi pada prinsip ini dianggap sebagai pilar pertama untuk menjamin persaudaraan hak manusia dengan tidak memandang jenis kelamin, umur, warna kulit, agama dan bangsa. Dalam pendidikan, nilai-nilai inilah yang ditanamkan dengan memandang perbedaan antara satu dengan yang lainnya baik hubungan antara sesama peserta didik atau hubungan dengan gurunya yang saling menghargai dan menghormati.

2. Setiap manusia memiliki perubahan ke arah pikiran yang sehat
Dari prinsip inilah timbul pandangan bahwa manusia itu harus dididik, karena dengan pendidikan itu manusia akan berubah dan berkembang ke arah yang lebih sehat, baik dan sempurna. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kemampuan anak didik untuk berpikir dan memecahkan persoalan-persoalannya sendiri secara teratur, sistematis dan komprehensif serta kritis sehingga anak didik memiliki wawasan, kemampuan dan kesempatan yang luas.

3. Rela berbakti untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama
Dalam konteks ini, pengertian demokrasi tidaklah dibatasi oleh kepentingan individu-individu lain. Dengan kata lain, seseorang menjadi bebas karena orang lain menghormati kepentingannya. Oleh sebab itu, tidak ada seseorang yang karena kebebasannya berbuat sesuka hatinya sehingga merusak kebebasan orang lain atau kebebasannya sendiri.

Kesejahteraan dan kebahagiaan hanya tercapai bila setiap warga negara atau anggota masyarakat dapat mengembangkan tenaga atau pikirannya untuk memanjukan kepentingan bersama karena kebersamaan dan kerjasama inilah pilar penyangga demokrasi. Berkenaan dengan itulah maka bagi setiap warga negara diperlukan hal-hal sebagai berikut :
a. pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah kewarganegaraan (civic), ketatanegaraan, kemasyarakatan, soal-soal pemerintahan yang penting;
b. suatu keinsyafan dan kesanggupan semangat menjalankan tugasnya dengan mendahulukan kepentingan negara atau masyarakat daripada kepentingan sendiri;
c. suatu keinsyafan dan kesanggupan memberantas kecurangan-kecurangan dan perbuatan-perbuatan yang menghalangi kemajuan dan kemakmuran masyarakat dan pemerintah.

Prinsip-Prinsip Demokrasi Dalam Pendidikan
Dalam setiap pelaksanaan pendidikan selalu terkait dengan masalah-masalah antara lain :
1. Hak asasi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan
2. Kesempatan yang sama bagi warga negara untuk memperoleh pendidikan
3. Hak dan kesempatan atas dasar kemampuan mereka
Dari prinsip-prinsip di atas dapat dipahami bahwa ide dan nilai demokrasi pendidikan itu sangat banyak dipengaruhi oleh alam pikiran, sifat dan jenis masyarakat dimana mereka berada, karena dalam realitasnya bahwa pengembangan demokrasi pendidikan itu akan banyak dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dan penghidupan masyarakat. Misalnya masyarakat agraris akan berbeda dengan masyarakat metropolitan dan modern, dan sebagainya.

Apabila yang dikemukakan tersebut dikaitkan dengan prinsip-prinsip demokrasi pendidikan yang telah diungkapkan, tampaknya ada beberapa butir penting yang harus diketahui dan diperhatikan,diantaranya :
1. Keadilan dalam pemerataan kesempata belajar bagi semua warga negara dengan cara adanya pembuktian kesetiaan dan konsisten pada sistem politik yang ada;
2. Dalam upaya pembentukan karakter bangsa sebagai bangsa yang baik;
3. Memiliki suatu ikatan yang erat dengan cita-cita nasional.

Sedangkan pengembangan demokrasi pendidikan yang berorientasi pada cita-cita dan nilai demokrasi, akan selalu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini :
1. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan nilai-nilai luhurnya
2. Wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia yang bermartabat dan berbudi pekerti luhur
3. Mengusahakan suatu pemenuhan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran nasional dengan memanfaatkan kemampuan pribadinya, dalam rangka mengembangkan kreasinya ke arah perkembangan dan kemajuan iptek tanpa merugikan pihak lain.

Demokrasi Pendidikan di Indonesia
Demokrasi pendidikan merupakan proses buat memberikan jaminan dan kepastian adanya persamaan kesempatan buat mendapatkan pendidikan di dalam masyarakat tertentu.

Pelaksanaan demokrasi pendidikan di Indonesia pada dasarnya telah dikembangkan sedemikian rupa dengan menganut dan mengembangkan asas demokrasi dalam pendidikannya, terutama setelah diproklamirkannya kemerdekaan, hingga sekarang. Pelaksanaan tersebut telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, seperti berikut ini:

1. Pasal 31 UUD 1945;
a. Ayat (1): Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
b. Ayat (2): pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Dengan demikian di negara Indonesia, semua warga negara diberikan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan, yang penyelenggaraan pendidikannya diatur oleh satu undang-undang sistem pendidikan nasional, dalam hal ini tentu saja UU nomor 2 tahun 1989.

2. UU Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional.
Menurut UU ini, cukup banyak dibicarakan tentang demokrasi pendidikan, terutama yang berkaitan dengan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, misalnya:
a. Pasal 5;
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.
b. Pasal 6;
Setiap warga negara berhak atas kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan tamatan pendidikan dasar.
c. Pasal 7;
Penerimaan seseorang sebagai peserta didik dalam suatu satuan pendidikan diselenggarakan dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi, dan dengan tetap mengindahkan kekhususan satuan pendidikan yang bersangkutan.

d. Pasal 8;
1. Warga negara yang memiliki kelainan fisik dan atau mental berhak memperoleh pendidikan luar biasa.
2. Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus.
3. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

c.PENGERTIAN DEMOKRASI DALAM ISLAM
Umat Islam seringkali kebingungan dengan istilah demokrasi. Di saat yang sama, demokrasi bagi sebagian umat Islam sampai dengan hari ini masih belum diterima secara bulat. Sebagian kalangan memang bisa menerima tanpa reserve, sementara yang lain, justeru bersikap ekstrem. Menolak bahkan mengharamkannya sama sekali. Tak sedikit sebenarnya yang tidak bersikap sebagaimana keduanya. Artinya, banyak yang tidak mau bersikap apapun.Kondisi ini dipicu dengan banyak dari kalangan umat Islam sendiri yang kurang memahami bagaimana Islam memandang demokrasi.
Pandangan Ulama tentang Demokrasi
Al-Maududi
Dalam hal ini al-Maududi secara tegas menolak demokrasi. Menurutnya, Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal. Demokrasi adalah buatan manusia sekaligus produk dari pertentangan Barat terhadap agama sehingga cenderung sekuler. Karenanya, al-Maududi menganggap demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang berssifat syirik. Menurutnya, Islam menganut paham teokrasi (berdasarkan hukum Tuhan). Tentu saja bukan teokrasi yang diterapkan di Barat pada abad pertengahan yang telah memberikan kekuasaan tak terbatas pada para pendeta.Mohammad Iqbal
Kritikan terhadap demokrasi yang berkembang juga dikatakan oleh intelektual
Pakistan ternama M. Iqbal. Menurut Iqbal, sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama, demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika. Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama. Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. Karenanya, menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. Atas dasar itu, Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich. Melainkan, prakteknya yang berkembang di Barat. Lalu, Iqbal menawarkan sebuah model demokrasi sebagai berikut:
- Tauhid sebagai landasan asasi.
- Kepatuhan pada hukum.
- Toleransi sesama warga.
- Tidak dibatasi wilayah, ras, dan warna kulit.
- Penafsiran hukum Tuhan melalui ijtihad.Muhammad Imarah
Menurut beliau Islam tidak menerima demokrasi secara mutlak dan juga tidak menolaknya secara mutlak. Dalam demokrasi, kekuasaan legislatif (membuat dan menetapkan hukum) secara mutlak berada di tangan rakyat. Sementara, dalam sistem syura (Islam) kekuasaan tersebut merupakan wewenang Allah. Dialah pemegang kekuasaan hukum tertinggi. Wewenang manusia hanyalah menjabarkan dan merumuskan hukum sesuai dengan prinsip yang digariskan Tuhan serta berijtihad untuk sesuatu yang tidak diatur oleh ketentuan Allah.

Jadi, Allah berposisi sebagai al-Syâri’ (legislator) sementara manusia berposisi sebagai faqîh (yang memahami dan menjabarkan) hukum-Nya.
Demokrasi Barat berpulang pada pandangan mereka tentang batas kewenangan Tuhan. Menurut Aristoteles, setelah Tuhan menciptakan alam, Diia membiarkannya. Dalam filsafat Barat, manusia memiliki kewenangan legislatif dan eksekutif.
Sementara, dalam pandangan Islam, Allah-lah pemegang otoritas tersebut. Allah befirman
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (al-A’râf: 54).
Inilah batas yang membedakan antara sistem syariah Islam dan Demokrasi Barat. Adapun hal lainnya seperti membangun hukum atas persetujuan umat, pandangan mayoritas, serta orientasi pandangan umum, dan sebagainya adalah sejalan dengan Islam.
Yusuf al-Qardhawi
Menurut beliau, substasi demokrasi sejalan dengan Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal. Misalnya:
- Dalam demokrasi proses pemilihan melibatkkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. Tentu saja, mereka tidak boleh akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Demikian juga dengan Islam. Islam menolak seseorang menjadi imam shalat yang tidak disukai oleh makmum di belakangnya.
- Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang tiran juga sejalan dengan Islam. Bahkan amar makruf dan nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam.
- Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Karena itu, barangsiapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak, berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.
- Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura. Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Sementara, lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Jika suara yang keluar tiga lawan tiga, mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka. Yaitu Abdullah ibn Umar. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. Tentu saja, suara mayoritas yang diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas.
- Juga kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam.
Salim Ali al-Bahnasawi
Menurutnya, demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam.
Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam. Sementara, sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram. Karena itu, ia menawarkan adanya islamisasi demokrasi sebagai berikut:
- menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah.
- Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugas-tugas lainnya.
- Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan Sunnah (al-Nisa 59) dan (al-Ahzab: 36).
- Komitmen terhadap islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen.
a)Sejarah demokrasi
Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia. Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapanegara kota yang independen. Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan consensus atau mufakat.
Barulah pada 508 SM, penduduk Athena di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari demokrasi modern. Yunani kala itu terdiri dari 1,500 negara kota (poleis) yang kecil dan independen. Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda, ada yang oligarki, monarki, tirani dan juga demokrasi. Diantaranya terdapat Athena, negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung. Penggagas dari demokrasi tersebut pertama kali adalah Solon, seorang penyair dan negarawan. Paket pembaruan konstitusi yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena namun Solon tidak berhasil membuat perubahan. Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena. Dalam demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan. Namun dari sekitar 150,000 penduduk Athena, hanya seperlimanya yang dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka.
Demokrasi ini kemudian dicontoh oleh bangsa Romawi pada 510 SM hingga 27 SM. Sistem demokrasi yang dipakai adalah demokrasi perwakilan dimana terdapat beberapa perwakilan dari bangsawan di Senat dan perwakilan dari rakyat biasa di Majelis.
b)Bentuk-bentuk demokrasi
Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.
Demokrasi langsung
Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. Sistem demokrasi langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan, seluruh rakyat berkumpul untuk membahasnya. Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum merupakan hal yang sulit. Selain itu, sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara.
Demokrasi perwakilan
Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

c)Prinsip-prinsip demokrasi
Rakyat dapat secara bebas menyampaikan aspirasinya dalam kebijakan politik dan sosial.
Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi". Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:
  1. Kedaulatan rakyat;
  2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
  3. Kekuasaan mayoritas;
  4. Hak-hak minoritas;
  5. Jaminan hak asasi manusia;
  6. Pemilihan yang bebas, adil dan jujur;
  7. Persamaan di depan hukum;
  8. Proses hukum yang wajar;
  9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
  10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
  11. Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.

d)Asas pokok demokrasi
Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungansosial. Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi, yaitu:
  1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil; dan
  2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

e)Ciri-ciri pemerintahan demokratis
Pemilihan umum secara langsung mencerminkan sebuah demokrasi yang baik
Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:
  1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  2. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
  3. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
  5. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
  7. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).


KESIMPULAN

Istilah "demokrasi" berasal dan bahasa Yunani, yang terdiri atas dua pokok kata yaitu "demos" yang berarti rakyat, dan "cratos" yang berarti memerintah. Secara harfiah, demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Di Athena., kata dernokrasi digunakan untuk menunjukkan pada "government by the many" (pemerintahan oleh orang banyak), sebagai lawan dan "government by the fee (pemerintahan oleh sekelompok orang).

Istilah demokrasi dalam kamus Istilah Hukum Pockema Andreae diartikan, "democratie" demokrasi, pemerintahan rakyat; bentuk pemerintahan yang memberikan hak-hak ikut berbicara kepada yang diperintah oleh yang memerintah, pengawasan atas kebijaksanaan pemerintah dilakukan oleh wakil rakyat yang dipilih. Sementara itu dalam kamus Dictionary Webters pengertian demokrasi adalah, pemerintahan oleh rakyat di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah sistem pemilihan umum yang bebas.

Hal senadapun disampaikan Jimly Assiddiqie yang menyatakan bahwa, dalam suatu negara demokrasi, kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Dari rakyat maksudnya bahwa mereka yang duduk sebagai penyelenggaraan negara atau pemerintah harus terdiri dan seluruh rakyat itu sendiri atau yang disetujui atau didukung oleh rakyat. Oleh rakyat maksudnya bahwa penyelenggaraan negara atau penyelenggaraan pemerintahan dijalankan sendiri oleh rakyat atau atas nama rakyat atau yang mewakili rakyat. Pernyataan tersebut dipertegas oleh Arend Lijphard, bahwa untuk rakyat maksudnya pemerintahan dijalankan atau berjalan sesuai dengan kehendak rakyat (government in accordance with the people's preferences).

Demokrasi berakar pada teori kedaulatan rakyat yang dapat dirumuskan sebagai wewenang tertinggi yang menentukan segala wewenang yang ada dalam suatu negara adalah rakyat. Negara yang menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat disebut negara demokrasi yang secara simbolis sering digambarkan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dengan kata lain demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dibentuk melalui pemilihan umum untuk mengatur kehidupan bersama atas dasar aturan hukum yang berpihak pada rakyat banyak. Jadi, sangat tepat kiranya demokrasi diberikan rumusan yang singkat, padat, dan populer sebagai "a government of the people, by the people, for the people”. Robert A. Dahl, dalam hal ini mengemukakan bahwa dengan demokrasi akan memberikan kesempatan-kesempatan untuk: pertama, partisipasi yang efektif, kedua, persamaan dalam memberikan suara, ketiga, mendapatkan pemahaman yang jernih, keempat, melaksanakan pengawasan akhir terhadap agenda; kelima, pencakupan orang dewasa.

Dari pemahaman di atas, kiranya dapat diberikan pemahaman terhadap suatu negara yang menganut sistem demokrasi yaitu, pertama, demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang mempunyai unsur-unsur atau elemen-elemen yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Kedua, orang-orang yang memegang kekuasaan atas nama demokrasi dapat mengambil keputusan untuk menetapkan dan menegakkan hukum. Ketiga, kekuasaan untuk mengatur dalam bentak aturan hukum tersebut diperoleh dan dipertahankan melalui pemilihan umum yang bebas dan diikuti oleh sebagian warga negara dewasa dari suatu negara. Berdasarkan pada tiga ciri-ciri tersebut, maka suatu negara demokrasi mempunyai tiga pemahaman utama yang meliputi hakekat, proses dan tujuan dari demokrasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Dahlan Thaib yang menyatakan bahwa dalam sistem demokrasi proses pembuatan kebijaksanaan atau keputusan politik merupakan keseimbangan dinamis antara prakarsa pemerintah (supra struktur politik) dengan partisipasi aktif rakyat (infra struktur). Keikutsertaan rakyat sebagai infra struktur dalam proses pengambilan keputusan memang hanya terdapat dalam negara yang berlandaskan sistem demokrasi.

Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas, bahwa dalam yang berlandaskan paham demokrasi, selalu dilandasi oleh suatu sistem yang memberi jaminan terhadap prinsip-prinsip kedaulatan rakyat. Untuk maksud tersebut C.F. Strong menyatakan "A system of government in wich the majority of the grown members of political community participate through a method of refresentation which secures that the government is ultimately responsible for its actions to that majority. In other words, the comtemporary constitutional state must be based on a system of democratic representative which guarantees the sovereignity of the people.

Suatu sistem pemerintahan dalam hal mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat ikut serta melalui cara perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada mayoritas itu. Dengan perkataan lain, negara demokrasi didasari oleh sistem perwakilan yang menjamin kedaulatan rakyat.

Dari berbagai pengertian tersebut terlihat bahwa rakyat diletakkan pada posisi sentral (government or rule by the people), di mana kekuasaan pemerintahan negara atau keputusan-keputusan politik dilakukan oleh rakyat atau atas kemauan rakyat atau golongan yang memerintah dan melalui wakil yang dipilih akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya kepada rakyat.

Demokrasi yang telah diperbicangkan selama ribuan tahun ternyata dalam praktek mengalami pergeseran-pergeseran konseptual. Pergeseran-pergeseran ini dapat mengikat konsep demokrasi sendiri seringkali bersinggungan dengan persepsi dan budaya dan setiap negara yang mempraktekan demokrasi.

Sejalan dengan pandangan ini, Sotjipto Wirosarjono mengemukakan bahwa tatkala hendak merumuskan norma demokrasi itulah ditemukan keberagaman. Dimensi tempat dan waktu memberi warna beragam antara pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi di satu situasi dan kondisi dengan situasi dan kondisi sosial budaya lainnya. Demokrasi di Amerika Serikat lain normanya apabila dibandingkan dengan demokrasi di Jepang. Pelaksanaan kedaulatan rakyat di India berbeda norma dan aturannya dengan yang ditemui di negara-negara Skandanavia. Walaupun demikian, tentu ada norma baku yang harus ada di mana saja dan kapan saja, supaya ia tetap mencerminkan semangat etis demokrasi yaitu pertanggungjawaban kepada rakyat (public accountability) dan kaidah contestability yaitu kesiapan untuk menjawab pertanyaan atau ujian kesahihan atas segala perbuatan konstitusionalnya. Tujuan, dasar dan landasan tindakan atas nama rakyat siap diuji, apakah ia cermin kehendak bersama, atau atas nama kepentingan lain daripada kehendak dan kesadaran etis rakyatnya.

Miriam Budiardjo berpendapat bahwa ada bermacam-macam atribut demokrasi yaitu; demokrasi konstitusional, demokrasi parlernenter, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, demokrasi rakyat, demokrasi soviet, demokrasi nasional dan sebagainya. Hal itu terangkum pula dan pengamatan Sri Soemantri, yang menyatakan bahwa sekarang ini tidak ada satupun negara di dunia ini yang tidak berazaskan demokrasi. Meskipun arti yang diberikan kepada demokrasi tersebut tidak sama, namun setiap negara akan selalu mengatakan bahwa negaranya berdasarkan pada azas-azas demokrasi.

Mochtar Masoed mengemukakan pendapatnya bahwa demokrasi ada dua, yakni demokrasi mayoritas (majoritarian democracy) dan demokrasi konsensus (consencus democracy). Demokrasi mayoritas adalah demokrasi yang berdasarkan pada kekuasaan politik mayoritas (concentrated and unrestricted polical power of the majority), sedangkan demokrasi konsensus adalah demokrasi yang didasarkan pada pembatasan dan pembedaan kekuasaan (power dispersion and limitation).

Sementara Afan Gaffar mengemukakan pendapat dari pandang ilmu politik tentang tipe-tipe demokrasi. Dalam Ilmu Politik, dikenal dua macam pemahaman tentang demokrasi, yakni; Pertama, demokrasi normatif, artinya demokrasi hanya dipahami secara normatif; dan Kedua, demokrasi empirik, yang mengandung arti demokrasi yang didasarkan pada pemahaman secara empirik (prosedural democracy).



REFERENSI
Read more...
 
rian aditya putra © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here