Tampilkan postingan dengan label TUGAS IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS IBD. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Januari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
Rabu, 21 November 2012
makalah budaya ekonomi digital kalangan menengah keatas
Minggu, 18 November 2012
BAB 9 manusia dan tanggung jawab
PENGERTIAN TANGGUNGJAWAB
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
ini adalah bentuk dari tugas bagan saya:
untuk mendownload filenya, silakan klik di sini
BAB 8 manusia dan pandangan hidup
PENGERTIAN
PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup artinya pendapat
atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia berdasarkan
pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yang terdiri
dari 3 macam, yaitu:
1.Pandangan
hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.Pandangan
hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada negara tersebut.
3.Pandangan
hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
ini adalah bagan dari tugas saya yaitu manusia dan pandangan hidup.
untuk mendownload file .doc klik di sini
Jumat, 16 November 2012
bab 7 manusia dan keadilan
A. PENGERTIAN
KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrim yang
terlalu banyak terlalu sedikit. Beberapa para pemikir yang mendefinisikan
keadilan adalah :
1.
Plato, keadilan diproy eksikan
pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang dapat
mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
2.
Socrates, memproy eksikan
keadilan pada pemerintahan.
3.
Kong Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak
sebagai anak,ayah sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah
melaksanakkan kewajibannya.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Atau dengan
kata lain keadilan adalah keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang
menjadi haknya dan menjalankan apa yang menjadi kewajibannya.
Bung Hatta dalam uraiannya mengenaai sila
kelima Pancasila menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan
untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Selanjutnya untuk mewujudkan
keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk yaitu :a. perbuatan luhur ynag mencerminkkan sikap
dan suasana kekeluargaanb. sikap adil terhadap sesamac. sikap suka memmberi pertolongan terhadap
yang membutuhkand. sikap suka bekerja kerase. sikap menghargai hasil karya orang lain
Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan dalam berbagai langkah melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan dalam berbagai langkah melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
- pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
- pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
- pemerataan pembagian pendapatan
- pemerataan kesempatan kerja
- pemerataan kesempatan berusaha
- pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
- pemerataan penyebaran pembangunan
- pemerataan memperoleh keadilan
ini adalah bagan bab7 tentang manusia dan keadilan, untuk mendownload filenya klik di sini
Rabu, 17 Oktober 2012
Makalah keluarga adalah miniatur perilaku budaya
Keluarga Adalah Miniatur
Perilaku Budaya
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
36412252
|
RIAN ADITYA PUTRA
|
Program Sarjana Teknologi Industri
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Assalammu’alaikum wr wb, pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah
puji syukur atas ridho yang diberikan Allah SWT karena telah diberikan umur dan
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KELUARGA ADALAH MINIATUR
PERILAKU BUDAYA”.
Makalah ini berisikan tentang pengertian KELUARGA ADALAH MINIATUR
PERILAKU BUDAYA, dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang kebudayaan didalam keluarga.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segalah usaha kita. Amin.
Jakarta 16 oktober, 2012
Rian aditya putra
DAFTAR ISI
Pernyataan.........................................................................................................1
Kata pengantar...................................................................................................2
Daftar
isi...........................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN..................................................................................4
1.
Latar
belakang................................................................................................4
2.
Tujuan...........................................................................................................4
3.
Sasaran..........................................................................................................4
BAB 2 PERMASALAHAN...............................................................................5
1.
Kekuatan.......................................................................................................5
2.
Kelemahan...................................................................................................5-6
3.
Peluang.........................................................................................................6
4.
Tantanga/hambatan.........................................................................................7
BAB 3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI...................................................8
Kesimpulan....................................................................................................8
Rekomendasi..................................................................................................8
Referensi........................................................................................................8
BAB 1 PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Keluarga (bahasa sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang
berarti “anggota”) adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih
memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok social terdiri dari sejumlah
individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban,
tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat
di bawah atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut salvicio dan celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua
atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan
perkawinan atau pengangkatan, dihidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi
satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, dan
keluarga adalah miniatur perilaku budaya.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks,
abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.
Unsure-unsur sosio budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan social
manusia.
2.TUJUAN
·
Menyelesaikan tugas dalam mata
kuliah ilmu budaya dasar
·
Memberikan sedikit informasi
kepada kita semua
·
Untuk memahami kebudayaan di
dalam keluarga
3.SASARAN
·
Memberikan wawasan dan dapat
menunjang ilmu pengetahuan
·
Mengajarkan kepada kita bahwa
keluarga adalah miniatur perilaku budaya
·
Penulisan ini dapat
dipergunakan sebagai referensi dan bahan masukan
BAB 2 PERMASALAHAN
1.KEKUATAN
a. Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang memiliki hubungan darah.
Keluarga,
sekelompok social terdiri dari individu, memiliki antar individu, dan terdapat
ikatan yang kuat.
b. Ikatan darah yang kuat adalah kekuatan rasa ingin melindungi antar
sesamannya.
Tak dipungkiri lagi
bahwa disetiap ikatan darah keluarga menyimpan kekuatan yang sangat besar.
c.
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat.
Di dalam organisasi
atau sekelompok anggota, mungkin keluarga adalah miniaturnya. Sehingga segala
sesuatu yang besar akan lebih mudah jika dimulai dari yang kecil.
d. Kebudayaan yang kental didalam keluarga.
Disetiap keluarga pasti
memiliki peraturan atau hal-hal yang harus diikuti dari generasi ke generasi.
2.KELEMAHAN
a) Banyaknya anggota keluarga yang tidak bertanggung jawab
Di dalam keluarga,
setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga dapat
mempertahankan kekokohan satu sama lain.
b)
Kurangnya
komunikasi.
Kurangnya
komunikasi di dalam keluarga dapat menimbulkan kesalah pahaman seingga
menimbulkan pertengkaran antar anggota keluarga.
c) Kurang tegasnya sikap kepala keluarga
Di setiap keluarga
memiliki kepala keluarga, jika kepala keluarga bersikap tidak tegas maka
niscaya anggota keluarganya akan tidak beraturan dan memiliki rasa egoism yang
tinggi.
d)
Kurangnya tanggung jawab kepala keluarga.
Jika kepala keluarganya
tidak memiliki rasa tanggung jawab maka hancurlah sebuah keluarga, tugas kepala
keluarga menafkahi semua anggota keluarganya.
3.PELUANG
a.
Keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat, menurut saya untuk melakukan sesuatu yang lebih besar maka di
mulailah dari sesuatun yang kecil seperti keluarga.
b.
Kekuatan ikatan darah didalam
anggota keluarga bisa dijadikan tembok kokoh yang membentengi keutuhan
keluarga.
c.
Budaya yang di turunkan dari
generasi ke generasi di dalam keluarga itu sendiri tanpa di ragukan lagi untuk
mempererat hubungan antar anggota keluarga.
d. Keluarga adalah langkah pertama dari seseorang
anggota baru/sang buah hati untuk pembentukan akhlak dan jiwa seorang pemimpin.
4.TANTANGAN/HAMBATAN
a.
Banyaknya kegiatan/kesibukan
sehingga mengurangi komunikasi di dalam keluarga.
b.
Rasa egoisme setiap anggota
keluarga dapat meretakan kekokohan dinding keluarga.
c.
Kurangnya tanggung jawab di
setiap anggota keluarga karena dunia luar yang merusaknya.
d. Banyaknya anggota keluarga yang
mengesampingkan budaya turun-menurun karena di anggap sepeleh.
BAB 3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah, keluarga adalah awal dari pembentukan
organisasi yang besar, di dalam keluarga terbentuk peran yaitu; ayah sebagai
suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik,
pelindung, dan pemberi rasa aman. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu
mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh, dan pendidik
anak-anaknya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.
REKOMENDASI
a. Keluarga adalah unit terkecil yang mendidik untuk
sesuatu yang besar.
b. Komunikasi antar anggota keluarga sangat di
anjurkan karena dapat memperkokoh rasa kebersamaan.
c. Keluarga adalah langkah awal dari sang buah
hati untuk pembentukan jiwa dan mental.
d. Budaya yang di turun-menurunkan oleh keluarga
adalah sesuatu hal yang harus kita taati, karena bersifat untuk memperkokoh
hubungan antar aggota.
REFERENSI
Senin, 15 Oktober 2012
BAB 5 Manusia dan keindahan
foto di atas adalah bagan bab 5 (manusia dan keindahaan) tugas mata kuliah ilmu budaya dasar.
untuk melihat foto lebih jelas coba klik di sini dan mendownload file word gambar diatas klik di sini.
Jumat, 12 Oktober 2012
BAB 4 manusia dan cinta kasih
keterangan gambar : bagan bab4 tugas mata kuliah ilmu budaya dasar
dosen : muh.burhan aminURL gambar : http://t.co/Y3DzoMVt
Senin, 01 Oktober 2012
MAKALAH KONTRIBUSI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN
KONTRIBUSI PEMERINTAH
DAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
36412252
|
RIAN ADITYA PUTRA
|
Program Sarjana Teknik Industri
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah puji syukur atas
ridho yang diberikan oleh Allah SWT karena telah diberikan umur dan
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “kontribusi pemerintah dan
masyarakat dalam melestarikan kebudayaan”.
Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan
yang dimiliki saya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
DAFTAR ISI
Pernyataan………..............................................................................
1-2
Kata
Pengantar…………....................................................................
2
Daftar Isi….......................................................................................
2-3
Bab 1
Pendahuluan……..............................................................................
3
1.Latar Belakang..............................................................................
3
2.Tujuan......................................................................................... 4
3.Sasaran........................................................................................ 4
Bab 2
Permasalahan.......................................................................... 5-6
1.Kekuatan...................................................................................... 6
2.Kelemahan.................................................................................... 6-7
3.Peluang........................................................................................ 7
4.Tantangan/Hambatan................................................................ 8
Bab 3 Kesimpulan dan
Rekomendasi........................................... 8-9
1.Kesimpulan................................................................................ 9
BAB 1 PENDAHULUAN
Kebudayaan itu perlu dilestarikan,
sehingga di masa mendatang akan terus berjalan dan tidak akan punah. pemerintah
dan masyarakat wajib untuk melestarikan
kebudayaan yang ada saat ini sehingga generasi-generasi berikutnya ikut terus
mengembangkan kebudayaan sepeninggalan nenek moyang kita. Perlu diketahui baik
atau tidaknya model pelestarianakan bergantung pada tujuan pelestariannya,
kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola pelestarian serta
mengoptimalkan sumber-sumber budaya yang ada.
Tujuan tulisan ini untuk
mengingatkan para pembaca bahwa melestarikan kebudayaan adalah sesuatu hal yang
penting untuk dilakukan, agar generasi-generasi setelah kita bisa mempelajari
dan mengerti bahwa pentingnya kebudayaan dalam kehidupan. Dan untuk memajukan
pariwisata budaya dalam negeri ini sehingga dunia mengenali budaya khas asal
Negara kita.
Sasarannya adalah kepada generasi
muda agar mau melestarikan kebudayaan ini. Dan menjungjung tinggi nilai-nilai
budaya yang ada di tanah air tercinta ini.
BAB 2 PERMASALAHAN
Pada era globalisai seperti sekarang ini. Bangsa kita
Indonesia mau atau tidak mau harus mengikuti perubahan zaman. Sebenernya hal
seperti ini sangatlah merugikan bangsa kita Indonesia, semakin terbukanya
Indonesia terhadap budaya modern maka semakin mudah masyarakat kita melupakan
budaya yang sudah ada lama di negaranya sendiri.
Analisa permasalahan kontribusi
pemerintahan dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaan dengan memperhatikan
dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari
aspek :
a.
Berjiwa nasionalisme ; nasionalisme adlah modal
yang sangat penting didalam sebuah Negara, karena rasa nasionalisme itu akan
mempersatukan setiap ego seseorang.
b.
Mencintai budaya local ; di antara orang-orang
disekeliling kita masih banyak yang mencintai kebudayaan local ini terutama
bagi orang tua kita.
c.
Organisasi budaya di banyak sekolahan ;
munculnya organisasi-organisasi di setiap sekolah sehingga para pelajar bisa
mengenali kebudayaan Indonesia sejak duduk di bangku sekolah.
d.
Museum budaya ; banyaknya museum-museum budaya
di Indonesia sangatlah membantu para pelajar atau masyarakat yang ingin
mengenali lebih dalam lagi arti kebudayaan.
a.
Lingkungan masyarakat yang kurang peduli
dengan kebudayaan ; pada era globalisasi sekarang tentunya masyarakat sangat di
sibukan dengan pekerjaan sehingga berkurangnya waktu untuk melestarikan
kebudayaan.
b.
Pergaulan bebas ; banyaknya budaya-budaya
asing yang masuk kenegara kita Indonesia sangatlah berpengaruh negative bagi
anak-anak muda saat ini, karena anak muda saat ini sangatlah gampang terkena
dampak negative dari budaya asing.
c.
Kurangnya dukungan dari pemerintah ; untuk
saat ini mungkin penilaian saya untuk pemerintah sangatlah buruk, karena
banyaknya kasus-kasus yang tidak terselesaikan seakan-akan ada yang
disembunyikan dibalik kasus-kasus tersebut.
d.
Minimnya organisasi-organisasi kebudayaan ;
saat ini mungkin organisasi kebudayaan amatlah sedikit dibandingkan
organisasi-organisasi seperti ormas dan politik.
a.
Pertumbuhan usaha-usaha kecil di sekitar tempat
budaya ; semakin banyak tempat wisata/kebudayaan dilestarikan, maka semakin
membantu kepada masyarakat disekitar lokasi untuk merauk keuntungan dilokasi
tersebut, dan memajukan perekonomian di sekitar lokasi itu.
b.
Tumbuhnya rasa cinta terhadap budaya di dalam
diri masyarakat ; jika kebudayaan kita dikenal dibanyak Negara maka
masyarakatpun turut bangga dan semakin besar rasa cinta kepada kebudayaan local
ini.
c.
Mengundang wisata asing untuk mengenali budaya
di Negara kita ; jika pemerintah dan masyarakat melestarikan kebudayaan ini
dengan baik maka tanpa diundangpun wisata asing akan dating dengan sendirinya
untuk melihat kebudayaan kita yang kita banggakan.
d.
Membantu perekonomian masyarakat di sekitar
cagar budaya ; semakin banyak tempat wisata/kebudayaan dilestarikan maka tanpa
disengaja akan memajukan perekonomian di sekitar lokasi itu.
a.
Banyaknya benda-benda budaya hasil penemuan yang
dijual/lelang kepada pihak asing ; Indonesia adalah masuk dalam 5 negara
terkorupsi didunia, maka hal-hal yang seperti ini sudahlah biasa.
b.
Hanya sedikit dari masyarakat yang melestarikan
budaya ; semakin cepatnya teknologi berkembang di Indonesia dan budaya asing
yang masuk sepertinya sudah menghipnotis masyarakat kita untuk meninggalkan
sesuatu hal yang lama seperti kebudayaan.
c.
Kurang seriusnya pemerintah dalam mengelola
benda-benda dan tempat budaya ; saat ini pemerintah seolah-olah lupa akan
kebudayaan seperti kacang yang lupa pada kulitnya, pemerintah saat ini hanya
memikirkan dunia luar.
d.
Perkembangan dunia industry dan bisnis yang
tidak diseimbangi dengan perkembangan tempat cagar budaya ; Indonesia dikenal
dinegara lain sebagai Negara kebudayaan yang besar, tapi pada kenyataannya Indonesia
buruk dalam pelestarian kebudayaanya.
BAB 3 KESIMPULAN DAN
REKOMENDASI
a.
Pengembangan tempat industry dan bisnis
seharusnya diimbangi dengan pengembangan tempat cagar budaya
b.
Mensosialisasikan kebudayaan kepada masyarakat
dengan cara menambahkan mata pelajaran kebudayaan di setiap sekolah ataupun
kampus
c.
Menghukum setiap orang yang menjual atau merusak
benda dan tempat budaya
d.
Membuat hari kebudayaan nasional dengan acara
yang memperlihatkan kebudayaan di Negara ini
Langganan:
Postingan (Atom)














































